like dislike
Monday, March 27th, 2006sekali lagi di dunia kerja aku melihat yg namanya like dislike. emang bukan aku sih yang kena, tapi kasian juga, padahal ni orang cukup kompeten di bidangnya. 13 taon sudah dia di kantor ini n akhirnya dia mesti kelempar gara2 da penggede kantor yang kebetulan selalu clash ma dia tiap kali diskusi di forum. I really have a unique office here, where everybody can speak everything they want to. Well, surely bcoz this is an NGO, place of idealistic people gathered n speak or advocate for one good will. But still we have unjustice condition especially when the number one person in this office feels that she has no authority to make a decision. How come ?
Aku jadi inget pernah ketemuan ma wartawan NGO dari Aceh yg cerita hal yang sama. Dia out dari NGO nya gara2 dia nge-blow up suatu masalah yg dia anggap salah, manipulasi dana sebesar ratusan juta yg harusnya itu dipake buat rekonstruksi Aceh. miris nggak sih ? saat itu cuman dia yg berani ngomong n nuntut spy ketidakadilan itu diselesaikan. Tapi hasilnya, dia dianggap gila n dikirim ke pskiater buat terapi. Kalo nggak mau, silakan out. Dan udah bs ditebak kan, dia pilih out. Out nya si-mas ini juga nggak lepas dari faktor like dislike. saat ada satu orang aja di suatu kantor yg nggak suka ma kita n kebetulan orang itu punya akses cari muka yg lumayan besar ke penggede, BEWARE!!!
Susah memang jadi idealis, terlebih saat ada di persimpangan untuk beralih ke pragmatis bersama dg orang2 yg fundamentalis. Mengoyak harga diri, katanya. Memapras habis semua hal yg pada awalnya mati2an diperjuangkan.Ketidakadilan emang bs terjadi di mana aja, termasuk di suatu kantor yg visi n misinya membongkar ketidakadilan itu sendiri. Tapi aku percaya kok, masih ada segelintir orang yg mau ttp berada di jalan yg lurus. Dan semoga aku masih tetap berada di jalan itu.